Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam tentang bagaimana keberadaan media sosial sebagai media promosi revolusi citra hijab di Indonesia, untuk mengetahui penyebab revolusi citra hijab di Indonesia, dan citra hijab seperti apa yang berkembang di Indonesia sebagai hasilnya penggunaan media sosial sebagai media promosi. Peneliti mengharapkan hasil dari ini penelitian akan memiliki kontribusi dalam kebijakan yang berkaitan dengan konten dan penggunaan agen baju gamis syar’i media sosial dalam mempromosikan produk hijab dan terutama sebagai bahan pertimbangan bagi semua pihak yang berkepentingan Telah terjadi perubahan pandangan dan tren tentang hijab. Realitas hijab tidak hanya sekedar pakaian yang menempel di tubuh wanita muslimah (muslimah). Lebih jauh dari itu, hijab adalah sebuah cerminan keindahan intrinsik, serta bentuk ketabahan untuk mengikuti perintah dari Allah.

Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Loredana Patrutiu-Baltes, melalui internet, the perusahaan dapat memperoleh informasi penting dalam waktu singkat tentang prospek pelanggan sehingga perusahaan dapat menyesuaikan komunikasi bisnis dengan lebih baik. Dalam konteks ini, bisnis
komunikasi akan disesuaikan dengan target perusahaan, distributor nibras depok dengan agen baju gamis syar’i fokus pada kebutuhan pelanggan. Kebutuhan untuk pertimbangkan fakta bahwa, saat ini, konsumen online, sebagian besar, adalah orang-orang yang berpengetahuan luas, sangat ingin mendapatkan informasi tentang produk yang mereka inginkan secara online, jadi penting bagi perusahaan untuk menawarkannya barang atau jasa dengan cara yang jelas, eksplisit, dan “tulus”.

Usaha Jadi Agen Baju Gamis Syar’i

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif pada saat proses penelitiannya sesuatu yang lebih penting dari hasil yang diperoleh. Metode yang paling tepat untuk ini Penelitian merupakan studi kasus yang mengkaji fenomena kontemporer secara utuh dan menyeluruh tentang kondisi sebenarnya dengan menggunakan berbagai bentuk data kualitatif. Menurut agen baju gamis syar’i, obyek yang bisa diangkat sebagai kasus adalah kekinian yang sedang berlangsung. Itu bisa juga sudah selesai tapi masih meninggalkan dampak dan pengaruh yang luas di masyarakat saat itu ketika penelitian studi kasus dilakukan.

Subjek penelitian ini adalah pihak industri busana muslim yaitu muslim perancang busana, pakar strategi pemasaran, akademisi, pemuka agama Islam dan hijabers Masyarakat. Karena salah satu ciri penelitian studi kasus adalah menggunakan berbagai sumber
informasi dalam pengumpulan datanya untuk memberikan deskripsi rinci dan mendalam tentang respon dari suatu peristiwa. Objek penelitian yang dikaji dalam penelitian ini adalah pemanfaatan sosial media agen baju gamis syar’i dan revolusi citra hijab di Indonesia. Data primer diperoleh dari wawancara dengan informan, hasil observasi lapangan berupa catatan tentang situasi dan kejadian serta data tentang informan. Untuk memperoleh data penelitian yang mencerminkan keadaan subjek penelitian dan untuk menjawab tujuan dan Masalah penelitian, peneliti memilih semua informan dalam penelitian ini dengan purposive teknik pengambilan sampel.

Indonesia adalah negara yang diperhitungkan dan berpotensi sebagai pengguna media sosial aktif berbagai bidang termasuk sosial, ekonomi, politik dan lain-lain. Menurut media sosialPraktisi, hampir setiap hari, akun media sosial baru bermunculan di berbagai bidang. Dalam Islam Ada aturan ushul jurisprudensi yang berbunyi “Asas asas segala sesuatu diperbolehkan agen baju gamis syar’i, kecuali ada larangan yang melarangnya “. Jika dikaitkan dengan media sosial maka diperbolehkan (halal) karena termasuk hal-hal yang bebas nilai (aqidah) dari agama lain (madaniah). Misalnya komunikasi, berdagang, menyebarkan ilmu, muamalah dan orang lain. Tapi kalau media sosial digunakan untuk pembangkangan, seperti pornografi, hoax, LGBT aplikasi, dan lainnya maka akan dilarang (haram) untuk menggunakannya.